MEDAN (Pos Kota) – Kasus penganiayaan dan penyiksaan yang menyebabkan dua orang pembantu rumah tangga (PRT) tewas di tangan majikannya mendapat respon dari anggota DPR RI.

Tiga anggota Komisi IX DPR RI yakni Marwan Dasopang, Zulfikar dan Anshori Siregar, mendatangi Mapolresta Medan di Jalan HM Said, Medan, Kamis (4/12) dan meminta agar polisi tidak main-main dalam menangani kasus penganiayaan keji itu.

Mereka mengaku datang untuk memantau langsung proses penanganan hukum dalam kasus penganiayaan PRT dengan tersangka Syamsul Anwar Cs.

“Kita jauh-jauh datang untuk melihat langsung prosesnya, dan ini akan kita kawal. Tidak boleh ada yang main-main dalam kasus ini,” kata Ansori Siregar usai bertemu Wakapolresta Medan AKBP Yusuf Hondawan dan Kasat Reskrim,Kompol Wahyu Bram Istanto.

Ansori menyebutkan, peristiwa penganiayaan PRT yang terjadi di Medan ini akan menjadi salah satu referensi mereka dalam menggodok regulasi untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi.

Anggota dewan mengatakan sudah menyampaikan langsung seluruh penanganan pihak kepolisian dalam kasus penganiayaan PRT dengan tersangka Syamsul Anwar Cs, kepada Kapolri Jenderal Sutarman.

Anis Rahayu, korban, menyampaikan pengalamannya selama bekerja di rumah keluarga Syamsul di Jalan Beo, Medan. Ia mengaku, anak-anak Syamsul juga kerap melakukan penyiksaan kepada mereka.

“Saya sering dipukul, pernah juga disundut rokok sama anak-anaknya pak Syamsul. Kami tidak berani melawan,” ungkapnya.

Mendengar pengakuan tersebut, ketiga anggota dewan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya. (samosir)


View the original article here