JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengingatkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) hanya sebagian kecil dari tantangan yang bakal dihadapi Indonesia pada era globalisasi. Menurutnya, kebangkitan Asia Timur yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok sampai dua digit hingga tidak mau akan membuat Indonesia ikut terkena imbasnya.
“Dinamika global yang sedemikian dinamis, akan membuat tantangan ke depan semakin berat dan persaingan antar negara semakin ketat,” kata Din saat memberikan sambutan pada Wisuda Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) 2014 yang diikuti 2.776 wisudawan, Minggu (7/12).
Itu makanya, menyiapkan diri untuk menghadapi kompetisi sebatas negara-negara Asean saja menjadi tidak cukup. Kualitas baik itu sumber daya manusia, produk maupun jasa harus setara dengan tuntutan dunia global.
Din mengingatkan globalisasi termasuk era MEA akan membuat arus perpindahan barang, jasa dan tenaga kerja antarnegara Asean tak bisa dibatasi dan dihindari. Siapa yang memiliki produk berkualitas, itulah yang akan bisa bertahan.
Hendaknya, kalangan perguruan tinggi harus bisa menjadi motor penggerak dari perubahan kemajuan tersebut. Setiap lulusan perguruan tinggi harus berkualitas, mampu bersaing dan memiliki daya saing, karena itulah yang menjadi kunci pokok globalisasi.
Hal senada dikemukakan Rektor Uhamka, Prof Suyatno. Dalam sambutannya, rektor mengatakan perguruan tinggi harus bekerja lebih keras untuk menyiapkan SDM yang kompetitif dan bermutu internasional. “Kita harus menyiapkan diri agar tenaga kerja Indonesia tidak menjadi penonton di negeri sendiri,” ujarnya.
Ia mengakui serbuan tenaga asing baik itu kelas madya hingga level atas akan menjadi ancaman yang mengkhawatirkan bagi eksistensi tenaga kerja Indonesia pada era MEA yang dimulai 2015. Dengan kemampuan tenaga kerja asing yang lebih baik, etos kerja yang lebih tinggi ditambah kemampuan berbahasa asing termasuk bahasa Indonesia, tentu peluang untuk merebut pasar tenaga kerja dalam negeri semakin terbuka lebar. (inung)
0 Comments